Rabu, 20 Maret 2019

REFLEKSI GUYS :)


PENILAIAN OTENTIK

(Weekly journal)

Nama  : Lutfia Maharani
NIM    : P2A918021

Materi : Criteria for Authentic Assesment of Mathematics
No
Pertanyaan
Jawaban
1

Apa yang telah saya pahami?
Proses pengumpulan informasi tentang kinerja siswa untuk digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan itu lah yang menjadi makna penilaian. Penilaian memberikan penekanan pada usaha yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang mereka lakukan.
Penilaian autentik itu penilaian terhadap diri anda sendiri. Mampu menggunakan setiap kemampuan anda di setiap kegiatan anda. Kegiatan penilaian dalam proses pembelajaran matematika itu bisa dilakukan dengan beberapa instrument. Misalnya, tes. Dll
2

Apa yang belum saya pahami?
Ketika penilaian autentik akan dilakukan, maka apa saja yang menjadi aspek penilaian dalam pembelajaran matematika.
3

Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian autentik dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4

Apa yang saya dapatkan dari teman?
Seseorang berkata kepada saya, aspek yang dinilai dalam penilaian autentik adalah proses belajar dan hasil belajarnya. Nah, kalau ranah kognitifnya mencakup konsepnya, prosedur, dan prinsip yang ada pada materi tersebut.
5

Apa yang saya berikan kepada teman?
Diskusi membahas aspek-aspek yang dinilai dalam penilaian autentik yang membuat kami saling mengerti terutama dalam pembelajaran matematika.

PENILAIAN OTENTIK
(Weekly journal)

Nama  : Lutfia Maharani
NIM    : P2A918021

Materi : Penilaian Afektif dalam Pembelajaran Matematika
No
Pertanyaan
Jawaban
1

Apa yang telah saya pahami?
Penilaian afektif melalui item kuesioner tentang sikap dan keyakinan tentang matematika, meliputi:
1)keyakinan tentang sifat matematika, pengajaran, dan pembelajarannya.
2)keyakinan tentang diri sendiri sebagai pembelajar matematika.
3)keyakinan tentang peran guru matematika.
4)keyakinan yang sesuai dengan konteks social dan keluarga.
5)sikap dan reaksi emosional terhadap matematika dan pembelajarannya.
2

Apa yang belum saya pahami?
Affective assessment is an assessment based on student’s attitudes, interest and values. Menurut pernyataan tersebut, penilaian afektif tidak hanya guru yang menjadi basis/dasarnya saja, namun murid juga. Dan saya belum memahami penilaian yang afektif melalui murid.
3

Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian afektif dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4

Apa yang saya dapatkan dari teman?
Seseorang berkata kepada saya, penilaian afektif yang baik adalah penilaian yang berdasarkan perilaku murid, ketertarikan dan kebenarannya. Jadi, seorang guru harus membuat murid merasa tertarik akan matematika sehingga bisa menemukan kebenaran-kebenaran yang terkandung dalam matematika. Dan itu bisa dilakukan dengan penilaian portofolio atau yang lainnya.
5

Apa yang saya berikan kepada teman?
Diskusi membahas hakikat penilaian afektif yang membuat kami saling mengerti perluasannya dan penjelasan yang dihasilkan dari setiap poinnya.

PENILAIAN OTENTIK
(Weekly journal)

Nama  : Lutfia Maharani
NIM    : P2A918021

Materi : Framework for Classroom Assesment in Mathematics
No
Pertanyaan
Jawaban
1

Apa yang telah saya pahami?
Assesment Classroom
*suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu.
*diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan
*data yang diperlukan dapat dijaring dan dikumpulkan selama pembelajaran berlangsung melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Sehingga diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum pembelajaran matematika.
2

Apa yang belum saya pahami?
Saya belum memahami jenis-jenis instrument apa saja yang bisa digunakan dalam penilaian kelas.
3

Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian kelas dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4

Apa yang saya dapatkan dari teman?
Seseorang berkata kepada saya, penilaian kelas bisa dilakukan dengan instrument  tes berupa ulangan harian, tugas kelompok, kuis, ulangan blok, pertanyaan lisan ataupun tugas individu. Namun, juga bisa dilakukan dengan non tes, misalnya daftar hadir, skala sikap, dll.
5

Apa yang saya berikan kepada teman?
Diskusi membahas hakikat penilaian kelas dan jenis instrumennya yang membuat kami saling mengerti perluasan dari setiap poinnya.

PENILAIAN OTENTIK
(Weekly journal)

Nama  : Lutfia Maharani
NIM    : P2A918021

Materi : Analysis of Psychomotor Domain as A relevant Factor in the Understanding of Mathematical Concepts
No
Pertanyaan
Jawaban
1

Apa yang telah saya pahami?
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
2

Apa yang belum saya pahami?
Pada penerapan baik indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran, bolehkah pada KD keterampilan hanya satu indikator dan satu tujuan pembelajaran ? dan langsung menggunakan ranah keterampilan level naturalisasi
3

Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian afektif dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4

Apa yang saya dapatkan dari teman?
Seseorang berkata kepada saya, psikomotor dan matematika saling melengkapi dan relevan untuk pengembangan Teknologi. Jika digunakan dalam pengajaran oleh guru, guru harus selalu menggunakan prinsip-prinsip psikomotor dalam pengujian sebagai dasar untuk pengembangan optimal di tingkat makro.
5

Apa yang saya berikan kepada teman?
Diskusi membahas ranah psikomotorik yang membuat kami saling mengerti perluasannya dan penjelasan yang dihasilkan dari setiap poinnya.



Senin, 25 Februari 2019


Assalamualaikum Wr. Wb, sahabat ilmu. Bagaiman kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin ya rabb J

            Minggu lalu kita sudah sedikit membahas tentang penilaian kelas, nah untuk menindaklanjuti materi minggu lalu. . maka sekarang kita akan sedikit membahas tentang domain psikomotorik dalam pembelajaran matematika. Nah, sumber utama yang penulis jadikan acuan yaitu jurnal yang berjudul Analysis Of Psychomotor Domain As A Relevant Factor In The Understanding Of Mathematical Concepts yang ditulis oleh Dr. Rev. A. C. Egereonu.
Nah dalam jurnal tersebut ada beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor dalam matematika:
1.      Untuk validitas konkuren serentak / tinggi
2.      Dasar untuk tugas baru
3.      Psikomotor menempati ruang dan waktu
4.      Hukum kedekatan
5.      Untuk menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
6.      Hukum morfologi antisipasi yang maturing
7.      Untuk menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
8.      Deteksi awal masalah yang sedang berjalan
Pada point terakhir, dikatakan bahwa jika ada psikomotorik matematika baik secara verbal, memanipulasi instrumen, dalam sumatif, evaluasi formatif, blok, kesalahan, kesalahan atau ketidaktahuan, dll. Tidak dapat dengan mudah dideteksi untuk koreksi awal; atau jika itu baik, maka dorongan dan konseling adalah profesi yang baik. Ketika seorang anak melakukan tugas / tes (formatif); umpan balik menginformasikan siswa untuk memperbaiki kesalahan, untuk menghindari blokade di masa depan. Jika ada kesuksesan, tahap selanjutnya mengambil alih dan bisa lebih kognitif daripada psikomotor, misalnya garis paralel membuat sudut alternatif, sudut tambahan, sudut yang sesuai, dll. Konsep-konsep ini dapat diubah menggunakan potongan kertas untuk menunjukkan konsep ini sambil mengukur dengan instrumen matematika dari konsep tersebut. Jika tidak jelas bagi siswa, ia kembali untuk koreksi.
Dari penjelasan singkat di atas, menurut analisis penulis bahwa penilaian psikomotorik itu dilakukan tidak hanya sekali dalam setiap KD. Namun hal itu bertentangan dengan sumber kedua yang penulis temukan dalam skripsi yang berjudul Penilaian Afektif Dan Psikomotorik Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri Se Kabupaten Kendal oleh Ninit Indah Sari.Hasil penelitiannya mengatakan bahwa pengimpelemtasian penilaian psikomotorik dalam kelas , guru bisa menggunakan penilaian berbasis kelas. Selain itu untuk sekolah negeri yang menggunakan Kurikulum 2013, teknik penilaian psikomotorik yang sering dilakukan guru adalah observasi. Sementara itu, penilian psikomotorik dilaksanakan satu kali dalam satu KD. Nilai psikomotrik diambil dari kegiatan diskusi dan tugas peserta didik, sedangkan nilai portofolio tidak dilakukan oleh guru.
            Nah dari pernyataan di atas, muncul pertanyaan penulis mengenai penilaian psikomotorik. 1) Apakah penilaian psikomotorik hanya dilakukan satu kali dalam satu KD ? Jika iya, jelaskan alasannya ! 2) Bagaimana cara mengukur penilaian psikomotorik siswa dalam pembelajaran matematika? . Silahkan tinggalkan tanggapan/pendapat para sahabat ilmu di kolom komentar, sehingga bisa menambah pengetahuan penulis mengenai dua hal diatas. Terima kasih atas partisipasinya dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb


REFLEKSI GUYS :)

PENILAIAN OTENTIK ( Weekly journal) Nama  : Lutfia Maharani NIM    : P2A918021 Materi : Criteria for Authentic Assesment of M...