Assalamualaikum
Wr. Wb, sahabat ilmu. Bagaiman kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Allah
SWT. Amiin ya rabb J
Minggu lalu kita
sudah sedikit membahas tentang penilaian kelas, nah untuk menindaklanjuti
materi minggu lalu. . maka sekarang kita akan sedikit membahas tentang domain
psikomotorik dalam pembelajaran matematika. Nah, sumber utama yang penulis
jadikan acuan yaitu jurnal yang berjudul Analysis Of Psychomotor Domain As A
Relevant Factor In The Understanding Of Mathematical Concepts yang
ditulis oleh Dr. Rev. A. C. Egereonu.
Nah dalam jurnal
tersebut ada beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor dalam matematika:
1. Untuk
validitas konkuren serentak / tinggi
2. Dasar
untuk tugas baru
3. Psikomotor
menempati ruang dan waktu
4. Hukum
kedekatan
5. Untuk
menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
6.
Hukum morfologi antisipasi yang maturing
7. Untuk
menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
8. Deteksi
awal masalah yang sedang berjalan
Pada
point terakhir, dikatakan bahwa jika ada psikomotorik matematika baik secara
verbal, memanipulasi instrumen, dalam sumatif, evaluasi formatif, blok,
kesalahan, kesalahan atau ketidaktahuan, dll. Tidak dapat dengan mudah
dideteksi untuk koreksi awal; atau jika itu baik, maka dorongan dan konseling
adalah profesi yang baik. Ketika seorang anak melakukan tugas / tes (formatif);
umpan balik menginformasikan siswa untuk memperbaiki kesalahan, untuk
menghindari blokade di masa depan. Jika ada kesuksesan, tahap selanjutnya
mengambil alih dan bisa lebih kognitif daripada psikomotor, misalnya garis
paralel membuat sudut alternatif, sudut tambahan, sudut yang sesuai, dll. Konsep-konsep
ini dapat diubah menggunakan potongan kertas untuk menunjukkan konsep ini
sambil mengukur dengan instrumen matematika dari konsep tersebut. Jika tidak
jelas bagi siswa, ia kembali untuk koreksi.
Dari penjelasan singkat di atas, menurut analisis
penulis bahwa penilaian psikomotorik itu dilakukan tidak hanya sekali dalam
setiap KD. Namun hal itu bertentangan dengan sumber kedua yang penulis temukan
dalam skripsi yang berjudul Penilaian Afektif Dan Psikomotorik Dalam Pembelajaran
Sejarah Di SMA Negeri Se Kabupaten Kendal oleh Ninit Indah Sari.Hasil
penelitiannya mengatakan bahwa pengimpelemtasian penilaian psikomotorik dalam
kelas , guru bisa menggunakan penilaian berbasis kelas. Selain itu untuk
sekolah negeri yang menggunakan Kurikulum 2013, teknik penilaian psikomotorik
yang sering dilakukan guru adalah observasi. Sementara itu, penilian psikomotorik
dilaksanakan satu kali dalam satu KD. Nilai psikomotrik diambil dari
kegiatan diskusi dan tugas peserta didik, sedangkan nilai portofolio
tidak dilakukan oleh guru.
Nah dari pernyataan di atas, muncul
pertanyaan penulis mengenai penilaian psikomotorik. 1) Apakah penilaian psikomotorik hanya
dilakukan satu kali dalam satu KD ? Jika iya, jelaskan alasannya ! 2) Bagaimana
cara mengukur penilaian psikomotorik siswa dalam pembelajaran matematika?
. Silahkan tinggalkan tanggapan/pendapat para sahabat ilmu di kolom komentar,
sehingga bisa menambah pengetahuan penulis mengenai dua hal diatas. Terima
kasih atas partisipasinya dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamualaikum
Wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar