Rabu, 12 September 2018

Studi Kasus : Pemilihan Media pada Kelas Observasi


Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena pendidikan merupakan salah satu hal penting untuk menentukan maju mundurnya suatu bangsa, maka untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subyek dalam pembangunan yang baik, diperlukan modal dari hasil pendidikan itu sendiri. Dalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, siswa, kurikulum, media pembelajaran, sarana dan prasarana.
Guru mempunyai tugas untuk memilih model dan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Namun sampai saat ini masih banyak ditemukan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa di dalam mempelajari matematika,hal ini di karenakan kemampuan tiap–tiap siswa yang majemuk atau tidak sama  dalam memahami suatu konsep materi pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota jambi, terdapat beberapa masalah yang penulis temui dalam proses pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru matematika bersama siswa pada sekolah tersebut. Materi yang sedang diajarkan ketika observasi berlangsung yaitu materi matriks di kelas XI MIA 1. Beberapa masalah tersebut, yakni siswa tidak tertarik dan tidak memperhatikan guru ketika guru menjelaskan. Hal ini dibuktikan dengan “ketika guru sedang menjelaskan didepan, siswa tidur, sibuk main hp, malas mencatat dan berbicara kepada teman sebangkunya”.  Jika dikaitkan dengan landasan teoritis tentu tidak berkaitan, terutama pada landasan psikologis. Dalam landasan psikologis, guru harus memperhatikan kompleks dan keunikan gaya belajar siswa sehingga dalam proses pembelajaran tersebut guru harus memilih media yang dapat menarik perhatian siswa dalam mempelajari matriks.
Adapun masalah kedua yang penulis temui, yakni “guru belum menggunakan multimedia/media ketika proses pembelajaran matematika berlangsung”. Sedangkan jika ditinjau dari segi sarana dan prasarana yang terdapat dalam kelas tersebut, sudah sangat baik. Di dalam kelas tersebut, terdapat audio, layar infocus, tempat infocus, kipas angin, terminal, serta lingkungan belajar yang kondusif. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, metode yang digunakan guru yaitu metode ceramah, dimana guru mencatat dan menjelaskan apa yang ia tulis dipapan tulis, kemudian setelah selesai siswa disuruh mencatat apa yang ada dipapan tulis. Bahkan ketika siswa diberikan soal, banyak siswa yang masih mengalami kebingungan dalam melakukan pemecahan masalah matriks. Sehingga banyak siswa yang memilih bekerja sama/melihat jawaban temannya.
Berdasarkan paparan masalah yang penulis temui ketika observasi, maka solusi yang tepat dalam mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan serta memilih multimedia yang tepat dalam proses pembelajarn matematika. Salah satunya yakni, guru bisa mengajarkan materi matriks pada siswa melalui Microsoft power point.  Microsoft Powerpoint adalah sebuah program aplikasi microsoft office yang berguna sebagai media presentasi dengan menggunakan beberapa slide. Aplikasi ini sangat digemari dan banyak digunakan dari berbagai kalangan, baik itu pelajar, perkantoran dan bisnis, pendidik, dan trainer.
Dengan fasilitas animasi suatu slide, dapat dimodifikasi dengan menarik dan dapat ditambah dengan fasilitas font pictures, sound dan effect sehingga membuat slide lebih menarik. Panduan dalam membuat presentasi menggunakan power point, meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Memilih jenis huruf, ukuran dan warna dengan cermat. Arial merupakan salah satu huruf yang mudah dibaca. Ukuran huruf 24 atau lebih besar sehingga mudah untukdibaca. Selain itu warna teks sebaiknya kontras dengan warna latar presentasi dan gunakan huruf kecil semua atau huruf besar semua dengan tepat
2) Gunakan latar belakang yang polos dan berwarna cerah. Latar belakang yang terlalu ramai dapat mengalihkan perhatian audience. Sebagian besar orang merasa teks yang gelap pada latar yang terang lebih mudah dibaca dibandingkan teks yang terang pada latar yang gelap
3) Letakkan judul berada di rata tengah atau rata kiri puncak slide dan untuk membantu audience, gunakan judul atau sub judul deskripsi di puncak setiap slide
4) Gunakan komunikasi yang singkat.
5) Gunakan template untuk membuat formatvisual konsisten. Jika ingin membuat sebuah presentasi yang seluruh slide-nya menampilkan visual yang sama dengan warna latar yang sama pula.
6) Gunakan slide induk untuk membuat format teks yang konsisten. Slide induk memungkinkan kita menempatkan teks pada jenis huruf spesifik di posisi yang sama di setiap slide
7) Kurangi penggunaan suara yang berlebihan sehingga dapat mengalihkan perhatian audience. 8) Gunakan gambar yang sesuai, hindari gambar yang tidak sesuai dan tidak relevan dengan materi, pilih atau buat grafik yang secara efektif mengkomunikasikan pesan.
 9) Gunakan transisi yang konsisten. Transisi atau proses bergantinya satu slide ke slide berikutnya sebaiknya konsisten di seluruh presentasi. Jangan gunakan transisi acak dan hindari “suara berisik” (efek audio) dengan transisi.
10) Gunakan bangunan sederhana. Efek bangunan adalah bagaimana teks berbutir atau gambar diperkenalkan dalam satu slide. Beberapa aspek bangunan, seperti berputar bisa mengalihkan perhatian audience.
11) Gunakan dengan cermat animasi untuk mendukung pesan pengajaran ketimbang menambah efek dramatis ke presentasi
12) Gunakan catatan kaki untuk mengidentifikasi slide. Catatan kaki yang dapat dibuat adalah nama kita, topik presentasi dan/ atau tanggal pembuatan presentasi.
Menurut penulis, power point adalah solusi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran materi matriks karena sesuai dengan landasan teoritis multimedia pembelajaran terutama landasan teknologis. Sesuai dengan perkembangan zaman, tentunya power point sudah tidak asing lagi bagi kita dan bisa digunakan oleh semua kalangan.  Jadi penggunaan powerpoint dalam proses pembelajaran, bukanlah hal asing lagi bahkan dapat menarik perhatian siswa, terutama jika ditambahkan permainan di dalamnya.
 Baiklah, itulah solusi dari penulis terhadap masalah yang penulis temui ketika observasi. Kepada pembaca jika ada solusi lain yang ditawarkan, silahkan berkomentar dan semoga bermanfaat. J


5 komentar:

  1. Materi matriks memang susah untuk di gunakan dalam media pembelajaran. Susah mencari media yang berhubungan. Maka wajar saja siswa banyak yang tidak memperhatikan bahkan sampai ngantuk sehingga tertiduran. Dalam matriks kalau untuk menggunakan media memang lebih harus memahami media tersebut. Kalau tidak bisa memahami. Kalau bisa jangan menggunakan media karena lebih efektif.

    BalasHapus
  2. Seharusnyanpermasalahan permasalah yang penulis temui dibuat dalam point-point agar pembaca lebih mudah memahaminya...
    Saya berpendapat bahwa matriks merupakan materi yg tidak terlalu sulit untuk dipahami, jadi cukup video pengantar sebagai motivasi bagi siswa..

    BalasHapus
  3. Saya pikir masalah tersebut tidak terjadi pada siswa, tapi guru juga harus bisa memahami karakter siswa yang berdasarkan landasan filosofis.

    BalasHapus
  4. Pendapat saya atas yang telah di paparkan oleh penulis yaitu saya ingin menawarkan solusi lain selain power point yaitu dengan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dg kelompok kecil, yang memungkinkan siswa saling membantu dalam memahami suatu konsep, memeriksa dan memperbaiki jawaban teman sebagai masukan serta kegiatan lain yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Aktivitas pembelajaran kooperatif disamping menekankan pada kesadaran siswa belajar, memecahkan masalah dan mengaplikasikan pengetahuan, konsep serta keterampilan kepada teman lain, siswa akan merasa senang menyumbangkan pengetahuannya kepada teman atau anggota lain dalam kelompoknya. Oleh karena itu belajar kooperatif adalah saling menguntungkan antar siswa yang berkemampuan rendah, sedang dan siswa yang berkemampuan tinggi.

    BalasHapus
  5. Menurut saya saran penulis menggunakan media powerpoint sangat bagus tapi alangkah lebih baiknya selain menggunakan powerpoint guru juga membawa alat peraga dalam mengajar. Adapun alat peraga yang bisa guru gunakan dalam pembelajaran materi matriks yaitu kotak matriks (bisa dilihat pada video https://www.youtube.com/watch?v=8s-Q_yUxAJc ) karena pada masalah diatas penulis menyatakan bahwa “ketika guru sedang menjelaskan didepan, siswa tidur, sibuk main hp, malas mencatat dan berbicara kepada teman sebangkunya” ini menunjukkan bahwa siswa perlu diajak berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran agar siswa turut aktif dan tidak merasa bosan ketika belajar. Selain itu guru juga harus mengembangkan strategi pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dan siswa hanya mendengarkan guru saja yang menggunakan metode ceramah.

    BalasHapus

REFLEKSI GUYS :)

PENILAIAN OTENTIK ( Weekly journal) Nama  : Lutfia Maharani NIM    : P2A918021 Materi : Criteria for Authentic Assesment of M...