Rabu, 19 September 2018

Penggunaan Multimedia Pembelajaran


Guru mempunyai tugas untuk memilih model dan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Namun sampai saat ini masih banyak ditemukan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa di dalam mempelajari matematika,hal ini di karenakan kemampuan tiap–tiap siswa yang majemuk atau tidak sama  dalam memahami suatu konsep materi pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota jambi, terdapat beberapa masalah yang penulis temui dalam proses pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru matematika bersama siswa pada sekolah tersebut. Materi yang sedang diajarkan ketika observasi berlangsung yaitu materi matriks di kelas XI MIA 1. Beberapa masalah tersebut, yakni siswa tidak tertarik dan tidak memperhatikan guru ketika guru menjelaskan. Hal ini dibuktikan dengan “ketika guru sedang menjelaskan didepan, siswa tidur, sibuk main hp, malas mencatat dan berbicara kepada teman sebangkunya”.  Jika dikaitkan dengan landasan teoritis tentu tidak berkaitan, terutama pada landasan psikologis. Dalam landasan psikologis, guru harus memperhatikan kompleks dan keunikan gaya belajar siswa sehingga dalam proses pembelajaran tersebut guru harus memilih media yang dapat menarik perhatian siswa dalam mempelajari matriks.
Adapun masalah kedua yang penulis temui, yakni “guru belum menggunakan multimedia/media ketika proses pembelajaran matematika berlangsung”. Sedangkan jika ditinjau dari segi sarana dan prasarana yang terdapat dalam kelas tersebut, sudah sangat baik. Di dalam kelas tersebut, terdapat audio, layar infocus, tempat infocus, kipas angin, terminal, serta lingkungan belajar yang kondusif. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, metode yang digunakan guru yaitu metode ceramah, dimana guru mencatat dan menjelaskan apa yang ia tulis dipapan tulis, kemudian setelah selesai siswa disuruh mencatat apa yang ada dipapan tulis. Bahkan ketika siswa diberikan soal, banyak siswa yang masih mengalami kebingungan dalam melakukan pemecahan masalah matriks. Sehingga banyak siswa yang memilih bekerja sama/melihat jawaban temannya.
Berdasarkan paparan masalah yang penulis temui ketika observasi, maka solusi yang tepat dalam mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan serta memilih multimedia yang tepat dalam proses pembelajarn matematika. Salah satunya yakni, guru bisa mengajarkan materi matriks pada siswa melalui Microsoft power point.  Microsoft Powerpoint adalah sebuah program aplikasi microsoft office yang berguna sebagai media presentasi dengan menggunakan beberapa slide. Aplikasi ini sangat digemari dan banyak digunakan dari berbagai kalangan, baik itu pelajar, perkantoran dan bisnis, pendidik, dan trainer.
              Menurut penulis, power point adalah solusi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran materi matriks karena sesuai dengan landasan teoritis multimedia pembelajaran terutama landasan teknologis. Sesuai dengan perkembangan zaman, tentunya power point sudah tidak asing lagi bagi kita dan bisa digunakan oleh semua kalangan.  Jadi penggunaan powerpoint dalam proses pembelajaran, bukanlah hal asing lagi bahkan dapat menarik perhatian siswa, terutama jika ditambahkan permainan di dalamnya.

Contoh 1. tampilan power point

Contoh 2. tampilan permainan
            Berdasarkan paparan di atas, ppt memenuhi prinsip multimedia dan prinsip interaktivitas. Dimana pada prinsip multimedia, Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media. Sedangkan untuk prinsip interaktivitas, Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.


Baiklah, itulah solusi dari penulis terhadap masalah yang penulis temui ketika aobservasi. Kepada pembaca jika ada solusi/saran/kritik lain yang ditawarkan, silahkan berkomentar dan semoga bermanfaat. J

2 komentar:

  1. Solusi yg sangat baik dari penulis untuk mengembangkan pola pikir siswa. Yang perlu saya tanggapi di sini saudari penulis lebih banyak memaparkan masalah tentang ketidak tertarikan siswa. Kenapa penulis tidak menggunakan media yang lebih menarik minat belajar. Seperti video motivasi belajar matematika sehingga membangkit gairah ingin belajar dari siswa.

    BalasHapus
  2. Menurut saya saran penulis menggunakan media powerpoint sangat bagus tapi alangkah lebih baiknya selain menggunakan powerpoint guru juga membawa alat peraga dalam mengajar. Adapun alat peraga yang bisa guru gunakan dalam pembelajaran materi matriks yaitu kotak matriks (bisa dilihat pada video https://www.youtube.com/watch?v=8s-Q_yUxAJc ) karena pada masalah diatas penulis menyatakan bahwa “ketika guru sedang menjelaskan didepan, siswa tidur, sibuk main hp, malas mencatat dan berbicara kepada teman sebangkunya” ini menunjukkan bahwa siswa perlu diajak berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran agar siswa turut aktif dan tidak merasa bosan ketika belajar.

    BalasHapus

REFLEKSI GUYS :)

PENILAIAN OTENTIK ( Weekly journal) Nama  : Lutfia Maharani NIM    : P2A918021 Materi : Criteria for Authentic Assesment of M...