Assalamualaikum Wr. Wb, sahabat
ilmu J
Pada
kesempatan kali ini, kita akan membahas sedikit tentang evaluasi pembelajaran matematika. Nah sebelum bicara
lebih jauh, tentu kita harus tau dulu apa itu pengertian evaluasi. Oleh karena
itu, penulis akan memberikan gambaran sedikit mengenai evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu rangkaian
kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktivitas suatu lembaga
dalam melaksanakan programnya, termasuk dalam pembelajaran matematika. Ada tiga
komponen yang harus dievaluasi dalam pembelajaran,
yaitu pengetahuan yang dipelajari, keterampilan apa yang dikembangkan dan sikap
apa yang perlu dirubah. Dan tentunya setiap komponen memiliki alat ukur
tersendiri.
Nah beberapa
hari yang lalu, penulis bersama teman-teman mendapatkan kesempatan untuk
merekam salah satu proses pembelajaran matematika di salah satu sekolah menengah
pertama (SMP) swasta di Kota Jambi. Hal tersebut dilakukan di kelas IX dengan
materi perpangkatan dalam pembahasan
soal-soal ujian nasional. Berdasarkan hasil observasi tersebut, adapun
masalah-masalah yang penulis temui yakni siswa pasif ketika proses pembelajaran
berlangsung (tidak respon balik yang timbul dari siswa), pembelajaran yang
monoton ( teacher center dan tidak ada latihan mandiri), dan pemahaman materi
yang belum maksimal. Nah mengapa
demikian bisa terjadi ? hal itu disebabkan oleh strategi/metode yang digunakan
guru masih belum bervariasi, tidak ada system latihan mandiri yang diberikan
guru kepada setiap individu siswa, siswa banyak mengalami kebosanan dan enggan
bertanya sehingga mengakibatkan pemahaman siswa belum maksimal.
Lalu, bagaimanakah tindakan
pencegahannya ? Tindakan pencegahan yang harus dilakukan yaitu : 1) guru harus menemukan
strategi yang tepat yang dapat mendorong siswa memaksimalkan kemampuannya
menerima dan menyerap materi yang diajarkan, 2) guru harus memancing mereka agar menjadi aktif sehingga
anda dapat membaca dan menganalisis sejauh mana tingkat penerimaan mereka
terhadap materi yang diajarkan, 3) guru melakukan pengidentifikasian kesulitan
siswa dengan memberikan pretest untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai
materi perpangkatan dan kemudian guru membahas jawaban yang dikerjakan siswa
tersebut . Setelah tindakan pencegahan dilakukan, tentu ada solusi dari masalah
yang telah penulis paparkan. Menurut penulis solusi yang bisa dilakukan, di
antaranya :
1) melakukan
pemberian bimbingan psikologi kepada siswa untuk menumbuhkan keberanian dan
kecintaan mereka terhadap pelajaran matematika, sehingga bisa dapat memotivasi
secara intrinsic pada setiap individu.
2) menerapkan
mix methode, seperti menggunakan pendekatan konstruktivisme, saintifik ataupun
yang lainnya demi menunjang proses pembelajaran yang terkesan menarik dan tidak
menimbulkan kebosanan pada individu siswa.
3) pemberian
pengajaran perbaikan untuk membimbing siswa yang masih mengalami kesulitan
dalam pemahaman materi dengan cara mengerjakan kembali soal yang salah
jawabannya dengan mengerjakan langkah-langkah yang benar sesuai aturannya.
4) pemberian
latihan-latihan soal kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan belajar,
sehingga siswa dapat lebih memahami cara penyelesaian yang benar dan memacu
semangat siswa untuk lebih rajin belajar.
5) pengembangan
sikap dan kebiasaan yang baik dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri siswa
untuk mau bertanya terutama pada hal-hal yang belum di mengerti.
Itulah solusi yang penulis
tawarkan, namun ada satu pertanyaan yang masih belum terjawab oleh penulis,
yakni “Menurut pendapat pembaca, bagaimanakah cara mengatasi bagi siswa yang
daya serapnya kurang maksimal dan adakah solusi lain terhadap masalah di atas
selain solusi yang penulis paparkan ?” . Mohon tanggapan, kritikan/saran
sehingga bisa menambah pengetahuan satu sama lain. Semoga bermanfaat dan terima
kasih J
Wassalamualaikum
Wr.Wb
1.memahami karakteristik anak
BalasHapus2.menerapkan metode tertentu
3.memilihkan tempat duduk yang tepat
4.teman sebangku yang cerdas dan penolong
5.memberikan tugas tambahan
6.bimbingan guru bk
Dan solusi lain yang saya dapatkan disini adalah bimbingan orang tua karena orang tua adalah pendidik pertama si murid dan kalo didikan orang tua salah maka jangan salahkan guru
Solusi yang telah anda berikan untuk permasalah di sekolah tersebut sudah bagus akan tetapi masih bnyak lagi strategi strategi lain untuk membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran contoh nya seperti model pembelajaran jigsaw dan NHT
BalasHapusuntuk siswa yang daya serapnya kurang maksimal, guru bisa menggunakan model pembelajaran Quantum learning. dengan model Quantum learning siswa di bentuk menjadi beberapa kelompok, sehingga siswa yang kurang memahami materi bisa berdiskusi dengan siswa yang lebih paham dengan materi.pada model pembelajaran quantum learning ada sintaks tumbuhkan. nah pada sintaks ini guru menanamkan konsep dasar kepada siswa.
BalasHapus