Senin, 04 Februari 2019

Evaluasi Pembelajaran Matematika


Assalamualaikum Wr. Wb, sahabat ilmu J

                Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sedikit tentang evaluasi  pembelajaran matematika. Nah sebelum bicara lebih jauh, tentu kita harus tau dulu apa itu pengertian evaluasi. Oleh karena itu, penulis akan memberikan gambaran sedikit mengenai evaluasi.  Evaluasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktivitas suatu lembaga dalam melaksanakan programnya, termasuk dalam pembelajaran matematika. Ada tiga komponen  yang harus dievaluasi dalam pembelajaran, yaitu pengetahuan yang dipelajari, keterampilan apa yang dikembangkan dan sikap apa yang perlu dirubah. Dan tentunya setiap komponen memiliki alat ukur tersendiri.
                Nah beberapa hari yang lalu, penulis bersama teman-teman mendapatkan kesempatan untuk merekam salah satu proses pembelajaran matematika di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kota Jambi. Hal tersebut dilakukan di kelas IX dengan materi perpangkatan dalam  pembahasan soal-soal ujian nasional. Berdasarkan hasil observasi tersebut, adapun masalah-masalah yang penulis temui yakni siswa pasif ketika proses pembelajaran berlangsung (tidak respon balik yang timbul dari siswa), pembelajaran yang monoton ( teacher center dan tidak ada latihan mandiri), dan pemahaman materi yang belum maksimal.  Nah mengapa demikian bisa terjadi ? hal itu disebabkan oleh strategi/metode yang digunakan guru masih belum bervariasi, tidak ada system latihan mandiri yang diberikan guru kepada setiap individu siswa, siswa banyak mengalami kebosanan dan enggan bertanya sehingga mengakibatkan pemahaman siswa belum maksimal.
                Lalu, bagaimanakah tindakan pencegahannya ? Tindakan pencegahan yang harus dilakukan yaitu : 1) guru harus menemukan strategi yang tepat yang dapat mendorong siswa memaksimalkan kemampuannya menerima dan menyerap materi yang diajarkan, 2) guru harus memancing mereka agar menjadi aktif sehingga anda dapat membaca dan menganalisis sejauh mana tingkat penerimaan mereka terhadap materi yang diajarkan, 3) guru melakukan pengidentifikasian kesulitan siswa dengan memberikan pretest untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi perpangkatan dan kemudian guru membahas jawaban yang dikerjakan siswa tersebut . Setelah tindakan pencegahan dilakukan, tentu ada solusi dari masalah yang telah penulis paparkan. Menurut penulis solusi yang bisa dilakukan, di antaranya :
1) melakukan pemberian bimbingan psikologi kepada siswa untuk menumbuhkan keberanian dan kecintaan mereka terhadap pelajaran matematika, sehingga bisa dapat memotivasi secara intrinsic pada setiap individu.
2) menerapkan mix methode, seperti menggunakan pendekatan konstruktivisme, saintifik ataupun yang lainnya demi menunjang proses pembelajaran yang terkesan menarik dan tidak menimbulkan kebosanan pada individu siswa.
3) pemberian pengajaran perbaikan untuk membimbing siswa yang masih mengalami kesulitan dalam pemahaman materi dengan cara mengerjakan kembali soal yang salah jawabannya dengan mengerjakan langkah-langkah yang benar sesuai aturannya.
4) pemberian latihan-latihan soal kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan belajar, sehingga siswa dapat lebih memahami cara penyelesaian yang benar dan memacu semangat siswa untuk lebih rajin belajar.
5) pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk mau bertanya terutama pada hal-hal yang belum di mengerti.
                Itulah solusi yang penulis tawarkan, namun ada satu pertanyaan yang masih belum terjawab oleh penulis, yakni “Menurut pendapat pembaca, bagaimanakah cara mengatasi bagi siswa yang daya serapnya kurang maksimal dan adakah solusi lain terhadap masalah di atas selain solusi yang penulis paparkan ?” . Mohon tanggapan, kritikan/saran sehingga bisa menambah pengetahuan satu sama lain. Semoga bermanfaat dan terima kasih J

Wassalamualaikum Wr.Wb

3 komentar:

  1. 1.memahami karakteristik anak
    2.menerapkan metode tertentu
    3.memilihkan tempat duduk yang tepat
    4.teman sebangku yang cerdas dan penolong
    5.memberikan tugas tambahan
    6.bimbingan guru bk

    Dan solusi lain yang saya dapatkan disini adalah bimbingan orang tua karena orang tua adalah pendidik pertama si murid dan kalo didikan orang tua salah maka jangan salahkan guru

    BalasHapus
  2. Solusi yang telah anda berikan untuk permasalah di sekolah tersebut sudah bagus akan tetapi masih bnyak lagi strategi strategi lain untuk membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran contoh nya seperti model pembelajaran jigsaw dan NHT

    BalasHapus
  3. untuk siswa yang daya serapnya kurang maksimal, guru bisa menggunakan model pembelajaran Quantum learning. dengan model Quantum learning siswa di bentuk menjadi beberapa kelompok, sehingga siswa yang kurang memahami materi bisa berdiskusi dengan siswa yang lebih paham dengan materi.pada model pembelajaran quantum learning ada sintaks tumbuhkan. nah pada sintaks ini guru menanamkan konsep dasar kepada siswa.

    BalasHapus

REFLEKSI GUYS :)

PENILAIAN OTENTIK ( Weekly journal) Nama  : Lutfia Maharani NIM    : P2A918021 Materi : Criteria for Authentic Assesment of M...